Tak Lagi Menjabat di Kementrian, Tak Berarti Anies Baswedan Berhenti Peduli Pada Pendidikan



art_abw.jpg
Photo by aniesbaswedan.com

Sebagai pelajar, sudah seharusnya kita mengikuti perkembangan terkini tentang dunia pendidikan kan, Mates ? Pekan lalu, warga kita dibuat ramai dengan berita perombakan susunan kementrian yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Salah satu hal yang paling mengagetkan adalah pencopotan Menteri Anies Baswedan dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Apakah kamu sudah mendengarnya?

Hari terakhir duduk-duduk di meja menteri, literally

Kejutan ini, tentu, mengguncang berbagai kalangan akademis dan mereka yang peduli dengan pendidikan. Bahkan, mungkin guru-gurumu sendiri pun memperbincangkannya. Belum genap dua tahun menjabat, Pak Anies harus berbesar hati untuk digeser oleh Muhadjir Effendy, mantan rektor UMM. Padahal sebelum ini, kedatangan Pak Anies telah dinanti-nanti.

Nggak heran, soalnya selama ini Pak Anies dikenal sebagai tokoh muda yang telah memberikan terobosan-terobosan besar buat dunia pendidikan Indonesia. Sekarang, siapa sih yang nggak kenal sama program Indonesia Mengajar? Apa, kamu belum yau? Program Indonesia Mengajar ini adalah gagasan luar biasa Pak Anies Baswedan yang dicetuskan di tahun 2009, membuka kesempatan anak-anak di pelosok untuk merasakan pendidikan berkualitas yang dibawa oleh putra-putri terbaik Indonesia.

Ini lho, program Indonesia Mengajar yang mengantarkan para Pengajar Muda berbagi ilmu dengan anak-anak di pelosok negeri

Selain itu, Pak Anies juga sempat menghadirkan nafas baru di dunia pendidikan moral. Misalnya saja, peraturan mengantar anak di hari pertama sekolah untuk memperbaiki kualitas interaksi guru dan murid, serta penghapusan tradisi Masa Orientasi Siswa (MOS) yang selama ini terkenal dengan ajang perploncoan siswa senior ke murid-murid baru. Nggak heran kalau diantara jajaran menteri lainnya, Pak Anies menonjol sebagai figur publik yang memiliki kepercayaan masyarakat yang tinggi.

Nganter anak di haru pertama sekolah, biar orangtua bisa berkomunikasi lebih baik dengan para guru. Apa orangtuamu juga melakukannya, Mates?

Akan tetapi, nampaknya bagi Bapak Presiden dan Wakilnya, gerakan Pak Anies selama ini belum cukup menggebrak. Meskipun kinerja Pak Anies selama ini dinilai baik, tapi ada ekspektasi-ekspektasi Presiden yang tidak dapat dipenuhi oleh beliau, seperti yang terlangsir dalam liputan 6.com. Pak Anies juga dinilai tidak terlalu menyerap anggaran, padahal Presiden Jokowi berharap menteri-menterinya dapat menyerap anggaran yang besar.

Meskipun tak lagi menjabat sebagai Menteri, Bapak Anies berjanji untuk tetap memperjuangkan pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak Indonesia, meskipun harus bergerak di luar pemerintahan.

Ibu dan Bapak yang saya banggakan, menteri boleh berganti, tapi ikhtiar kita semua dalam mendidik anak-anak bangsa tak boleh terhenti.  - Anies Baswedan, 2016

Kami menunggu gerakan-gerakan terbaru Anda, Pak Anies!

Leave a Comment

  1 Comment

1 Comment