Pasca Menang, Trump Segera Bangun Tembok di Meksiko dan Usir Imigran?



5179.jpg
Photo by The Guardian

Perdebatan memanas antara kubu merah dan kubu biru akhirnya berakhir sudah, Mates. Kemarin, wakil partai Republican, Donald J. Trump, resmi memenangkan pemilu Amerika Serikat dengan 279 suara, mengalahkan Hillary Clinton yang hanya mengumpulkan 228 suara.

Nggak bisa disangkal, kemenangan Trump ini disambut dengan heboh di berbagai negara. Banyak yang tidak menyangka bahwa Trump benar-benar bisa menang mutlak dari Hillary Clinton dan sah menduduki kursi di Gedung Putih sebagai presiden.

Ini ekspresi kemenangan Trump via http://www.telegraph.co.uk

Saking panasnya, perkembangan politik Amerika Serikat dari masa pencalonan kedua kandidat ini seolah jadi gossip internasional. Bahkan, kamu yang nggak benar-benar mengikuti pun pasti pernah mendengarnya di website joke anak muda popular seperti Reddit dan 9gag.

Nah, buat kamu yang mengikuti isu ini, pasti pernah dengar kalau Trump mau mengusir orang-orang imigran dan membangun tembok pembatas antara Amerika Serikat dan Meksiko, karena Trump mengklaim bahwa Meksiko terus-menerus menyelundupkan illegal drugs and rapist. Nggak lupa juga, slogan Trump terkenal Trump yang mengikuti, “And make Mexico pay for it.” Wah, wah, kira-kira rencana kebijakan ini bakal benar-benar dilakukan nggak, ya?

Nyatanya, seperti yang dilangsir dari theguardian.com, Trump sudah berkali-kali menyatakan janji tersebut selama kampanye dan hal tersebut telah masuk dalam agenda 100 hari pertama kepemimpinannya, dan telah mendiskusikan hal tersebut dengan perwakilan kongresnya.

Hmm, kalo menurut MyStudyWorld sih, sebaiknya kita menjalin hubungan baik sama tetangga, ya. Seperti yang pernah kita alami sama negara tetangga kita sendiri juga. Meskipun kadang tetangga kita suka agak rese. Tapi, who knows apa yang bisa terjadi esok hari? Kalo ada apa-apa, pasti tetangga kita juga yang pertama turun tangan kan, Mates?

Janji Trump lain yang nggak kalah fenomenal adalah menjanjikan “larangan sementara” bagi semua Muslim untuk memasuki Amerika, hingga pemerintah bisa ‘menemukan akar sebenarnya dari masalah yang terjadi’. Masalah tersebut, tentu saja, merujuk pada aksi-aksi terorisme yang dilakukan oleh ISIS. Yup, aksi-aksi dan ancaman terror ISIS emang banyak meresahkan masyarakat dunia sih, Mates, nggak cuma Amerika aja. Tapi kalo buat ngelarang umat muslim secara general buat memasuki USA, menurut kamu berlebihan nggak sih, Mates? Selain itu, Trump juga berjanji bakal mengusir dan memblokir pengungsi Syiria dari Amerika.

Dilangsir dari npr.org, Trump juga bakal mengumumkan kemunduran Amerika dari perjanjian NAFTA dan Trans-Pacific Partnership serta menginstruksikan Departemen Keuangan Negara untuk melabeli China sebagai manipulator kurs mata uang dalam 7 langkah pertamanya untuk melindungi pekerja Amerika. Ini artinya, Amerika Serikat akan mundur dari globalisasi dan perdagangan bebas.

"Make America Great Again!" Itu slogan Trump yang paling membahana via Financial Times

Well, sifat patriotis Trump yang ingin megutamakan rakyat ‘asli’ Amerika emang banyak mencuri simpati masyarakat. Belum lagi, ia dikenal sebagai tokoh yang berkemauan keras dan bisa bertindak tegas tanpa ‘tedeng aling-aling’. Tapi, seperti kata Professor Morgan, Dosen American Studies di University College London dalam metro.co.uk, semoga aja Presiden Trump nggak memperlakukan jabatannya seperti posisi CEO yang pernah didudukinya. Bahwa seorang Presiden harus bisa mempertimbangkan segala sesuatunya dengan matang dan nggak asal memberi perintah, apalagi main pecat seenaknya.

Karena Amerika Serikat adalah negara adidaya yang satu kebijakannya aja bisa mempengaruhi seluruh dunia, kira-kira gimana ya dampak kebijakan Trump buat Indonesia?

Bonus: Kemenangan Trump ini sepertinya menjadi kado natal terindah baginya via The Independent

Leave a Comment

  0 Comment