6 Langkah Mudah Jadi Netizen yang Cerdas dan Ngademin Hati, Kalau Ngaku Jadi Anak Masa Kini



Netizen.jpg
Photo by http://www.jagatreview.com/

Indonesia berada di iklim tropis, jadi nggak heran kalau udaranya sering panas dan bikin gerah. Apa karena itu ya, teman-teman kita di jagad maya banyak yang suka ‘kepanasan’, Mates? Sebagai anak kekinian, kamu pasti tahu kalo jagad timeline kita sempet memanas gara-gara konflik yang tergesek dari kesalahan ucap tokoh negara, dan berujung pada demonstrasi massal dari pihak yang merasa terluka.

Sayangnya, asap dari permasalahan itu telah menyebar kemana-mana, menyesaki linimasa yang dihuni oleh netizen dari berbagai rupa. Karena emosi sesaat, nggak jarang kita ikut jadi bagian dari penyebaran bibit kebencian. Duh, amit-amit jangan sampai deh, Mates! Kalo jadi orang yang baik dan berbudi pekerti luhur masih terlalu idealis bagimu, seenggaknya belajar jadi netizen yang adem aja sini yuk bareng MyStudyWorld!

 

1. Nggak Ikutan Menyebar Kecurigaan

Hmm, apa iya nih berita bener? Via Goodreads

Udah bawaan konflik, orang-orang jadi merasa gampang cemas. Sementara, orang cemas punya kebiasaan khas haus berita perkembangan terkini. Ketika suasana memanas begini, banyak banget postingan yang bernada provokatif atau berbau tuduhan kecurigaan pada berbagai pihak. Dan udah jadi kebiasaan orang yang diliputi emosi juga buat cepet-cepet menyebarkan ‘perkembangan terkini’ yang mereka dapatkan, padahal belum tentu semua itu benar. Sementara mereka yang mendapat kabar, belum tentu berpikiran untuk melakukan cek ulang. Hanya dengan semudah itu, kamu telah berpartisipasi untuk menyebarluaskan prasangka.

Intinya sih ini ya, Mates, via twimg.com

2. Jangan Mudah Kemakan Gosip Nggak Jelas

Hampir sama seperti sebelumnya, ini berlaku kalau kamu dapet broadcast message yang nggak jelas. Penggalan-penggalan rekaman tentang kerusuhan disana-sini, kabar tentang keributan diisukan bakal muncul, atau gossip-gosip apapun yang belum jelas darimana sumbernya. Sudah cek di media-media terpercaya, belum? Kalau mau pasti, ikuti aja akun-akun resmi pemerintah, seperti akun kepolisian dan lain-lain. Oiya, terkadang, media ternama juga selalu 100% bisa dipercaya. Kamu harus bisa jadi netizen yang cerdas, yang bisa membandingkan berita dari satu dengan lainnya. Jangan mudah tersulut dan jadi pendendam, seperti kompor gas model lama yang udah kependekan sumbu ya, Mates.

Kalo nggak meledak, ya sumbunya kependekan. Habis sudah. Via http://belajar-masak.com

3. Nggak Nulis Status Ketika Lagi Emosi

Santai aja nulisnya, gausah pakai urat via askideas.com

Waktu suatu isu lagi heboh, rasanya gatel deh pingin menanggapi dengan menuangkan opini pribadi. Tapi coba liat lagi, kalo sekedar di grup chatting terbatas atau buku diary sendiri sih gapapa. Sayangnya, sosial mediamu bisa dibaca siapa saja. Bisa di-capture atau dibagikan oleh semua pembaca. MyStudyWorld ngerti kok, di umur segini kamu idealisme dan semangat kamu masih nyala-nyalanya. Rasanya pingin jadi pelopor masyarakat luas buat ngikutin cara berpikirmu juga. Tapi, apa jadinya kalau ternyata opinimu nggak memiliki dasar logika atau fakta yang kuat? Bisa jadi, tulisanmu menjadi pembentukan opini massal yang sayangnya, nggak menguntungkan. Apalagi, terkadang filter kita suka lepas sendiri saat sedang emosi. Akhirnya, kata-kata kasar seperti ganyang, bunuh, bakar, dan bahasa-bahasa lain yang menusuk mata ‘tergelincir’ dengan mudah dari ujung jemari.

 

4. Nggak Gampang Nyamber Postingan Orang

Udah postingannya 'panas', yang komen lebih panas lagi via Reddit

Ini lagi, nih. Kamu pasti sering lihat kolom komentar yang lebih seru dari postingan/ artikel aslinya. Terlindung karena nggak harus berhadapan muka, adu urat di dunia maya sepertinya menjadi hobi baru netizen Indonesia. Kalau pendapat si ‘tuan rumah’ bersebrangan dengan dirinya, rasanya jemari ini gatal kalau nggak ikut kasih komentar. Duh, Pak Jokowi aja sampai bilang kalau dirinya sedih gara-gara rakyatnya saling hujat di media sosial, lho. Masa kamu mau ikutan?

"Sedih kalau kita baca komentar-komentar saling hujat di situ. Saling memaki dengan perkataan yang saya yakin itu bukan nilai-nilai kita. Ada nilai-nilai lain yang tidak sadar masuk menginfiltrasi kita dan itulah yang akan menghilangkan karakter, identitas, dan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia," ujar Presiden (dilangsir dari Viva.co.id)

Pikirkan, kalau pemilik postingan yang berada di balik layar itu manusia juga. Kalau kamu nggak suka? Yaudah, unfollow aja!

 

5. Bikin Postingan yang Netral dan Nggak Memihak

Bukannya kamu nggak boleh bersuara, tapi pintar-pintarlah mengemas pendapat yang ingin kamu sampaikan. Mystudyworld tau, kalo nggak semua orang bersikap netral. Mungkin kamu pro, mungkin juga kamu kontra. Tapi bukan berarti kamu bisa berlaku seenaknya, atas nama keyakinan yang kamu bawa. Kalau bisa sih, jangan mengatasnamakan apapun, deh. Setuju nggak, Mates? MyStudyWorld sih yakin, kalo semua Mates kita ini bisa membedakan mana postingan yang provokatif, ya. Pastinya, kamu tau postingan-postingan mana yang bisa nyebarin aura negative dan bikin yang baca jadi gelisah.

Apa nggak capek marah-marah di internet? Kalau kamu sama sekali awam tentang apa yang tengah terjadi, mending menahan diri dan tetep posting tentang apa yang biasa kamu posting. Kamu bisa share tips fotografi di instagram, bikin bekal artistik, berbagi talenta seni, atau kehidupanmu sehari-hari.

Bikin bekal lucu-lucu yang gemesin. Yang liat jadi ikut emesh. Via hellowonderful.co

Share tips bikin flat lay ala-ala selebgram juga boleh.

Apa, kamu masih suka komen-komen di sembarang tempat? Hmm, kayaknya kamu kelebihan energi deh, Mates. Mending ikutan Movie Competition dari World Education Expo, yuk! Ada lomba bikin short movie, iklan, dan vlog yang pasti lebih seru daripada berdebat sama sosok nggak jelas di dunia maya. Buruan meluncur ke http://weeindonesia.com/ sekarang!

Masih banyak lagi kompetisinya, lho! Ayo ramaikan media sosialmu dengan konten yang asik.

Leave a Comment

  0 Comment