10 Hal yang Harus Kita Tiru dari Belle, the Best (Princess) from Beauty and the Beast



b.jpg
Photo by Pinterest

Resmi sudah, Disney merilis trailer Beauty and The Beast yang jadi omongan para penggaul netizen dan movie goers dari seluruh dunia. Dan nggak lama setelah peluncurannya, trailer ini sukses membuat para fansnya terkagum-kagum dengan mulut menganga lebar, lalu meratap soalnya film ini baru akan tayang tahun depan. Duh, udah nggak sabar, ah!

Sebagai salah satu member Disney Princess (bukan member MLM yah Mates) skuad lama, Belle emang udah lama populer. Nggak hanya dari kecantikannya, tapi karena sifat dan attitude-nya yang berbeda dari tipikal puteri-puteri penganut paham damsel in distress. Belle adalah salah satu dari sedikit Puteri Disney yang sebenernya justru menjadi pertolongan dan harapan orang-orang di sekitarnya, bukan yang menunggu diselamatkan. Yuk, intip sifat-sifat awesome Belle yang lain, Mates!

1. Kutu Buku Nggak Selamanya Cupu, Belle Menunjukkan Bahwa Membaca Membuatmu Selangkah Lebih Maju

Gadis-gadis Disney rata-rata emang baik-baik sih, ya. Semuanya baik hati, suka bersih-bersih (inget Putri Salju dan Cinderella), dan yang terpenting, semuanya hobi nyanyi. Tapi, Belle berbeda. Kayaknya, dia satu-satunya Puteri Disney yang suka baca deh, ya. She reads, for fun! Apalagi, dia tumbuh di zaman yang bahkan sebagian besar penduduk desanya masih buta huruf. Belle yang gadis abad pertengahan aja suka baca, masa kerjaan kamu masih main smartphone aja?

2. Nggak Perlu Takut Berbeda, Hanya Jadi Kamu Apa Adanya

Belle tumbuh berbeda dengan lingkungannya dan dia nggak selalu mengikuti the ‘social norms’. Nggak ada gadis lain di desanya yang kemana-mana bawa buku. She might be the weirdest girl on the block, but she doesn’t mind being different as long as she's happy wtth that.

3. Masih Menilai Orang dari Penampilannya? Belle Tidak

Meski terkurung di dalam kastil besar bersama sesosok monster berbulu yang suka menggerutu, Belle nggak jejeritan dan seketika nge-judge kalo si monster itu jahat, tuh. Bahkan, ketika Beast meraung untuk mengusir kawanan serigala yang mengerumuni Belle di hutan (dan jelas-jelas perilakunya itu…lebih mencerminkan seperti hewan liar sih daripada manusia ya, Mates), Belle bisa nunjukkin kalo Beast tuh sebenernya baik dan berhati lembut. Cuma grumpy dan suka marah-marah aja. Aaaw… Ketemu sama teko dan jam yang bisa bicara? Bukan masalah besar. As an avid reader, ‘don’t judge a book by its cover’ is truly her life-motto.

4. Belle Menampilkan Sosok Cewek yang Punya Standar, Nggak Mudah Terbuai Sama Penampilan

Di kala orang-orang desa terpesona sama sosok Gaston yang gagah dan berotot, Belle nggak, tuh. Dia bisa melihat kalo Gaston sebenernya nggak lebih dari bisep kekar dan omong besar. Meski Gaston punya segalanya untuk ditawarkan--kepopuleran dan kekayaan--tapi Belle nggak langsung terbuai sama rayuannya. Soalnya Gaston nggak memenuhi standarnya, sih!

5. Saat Puteri Disney Lain Memimpikan Pernikahan—Tujuan Hidup Belle Lebih Dari Itu

Puteri-Puteri Disney terkenal dengan ‘trademark’-nya, menikahi pangeran untuk memecahkan masalah mereka. Masih ingat dengan nyanyian Snow White setiap pagi? Yup, untuk menemukan cinta sejati. Kalau Aurora? Dia asik bobo cantik sambil menunggu diselamatkan oleh seorang pangeran. Ariel? Bersedia menukar suara berharganya untuk bertemu dengan pangeran yang bahkan baru sekali ditemuinya. Tapi, Belle berbeda. Bukan lelaki, tapi ia bermimpi untuk mengeksplorasi dunia seperti di buku-buku yang ia baca.

His "little wife"

No sir! Not me!

I guarantee it

I want much more than this provincial life

I want adventure in the great wide somewhere

- Belle (Reprise) Song

6. Di Tengah Masyarakat yang Berprasangka, Belle Bisa Berpikiran Terbuka

Gara-gara kebiasaannya yang suka membaca, Belle dianggap sebagai gadis aneh oleh penduduk desa. Ayahnya, yang sebenarnya jenius, juga dibilang orang tua gila karena suka menciptakan penemuan-penemuan yang (dianggap) nggak berguna. Tapi, ketika bertemu dengan Beast yang sedemikian buruk rupa dan bercengkrama dengan peralatan rumah tanga yang bisa bicara, Belle nggak menolak keanehan itu begitu saja. Ia menerima semuanya dengan pikiran terbuka. Hmm, ngaku aja deh, kadang kita sendiri masih suka diem-diem gosipin mereka yang punya kebiasaan berbeda, ya nggak Mates?

7. Nggak Bergantung Pada Keajaiban, Belle Bisa Menyelamatkan Dirinya Sendiri

Kalo nggak ada Ibu Peri, Cinderella bakal cuma nangis di halaman belakang, tanpa pernah mempunyai kesempatan untuk pergi ke pesta dan bertemu dengan pangeran idaman. Tapi, Belle mengandalkan kecerdikan dan kelapangan hatinya untuk memecahkan jalan keluar. Seperti mengunjungi kastil tempat ayahnya ditahan atau bahkan membantu Beast mengatasi...errr.. masalah emosinya. Nggak bisa disangkal, itu lebih realistis ketimbang memohon pada bintang, sih.

8. Jangan Takut Mengungkapkan Apa yang Kamu Pikirkan

Kadang, kita menahan diri sendiri buat mengungkapkan pikiran kita--yang sebenarnya harus diutarakan! Kamu bisa mencontoh Belle yang nggak pernah takut buat mengungkapkan pikirannya secara gamblang. Bahkan pada sosok pujaan kota, Gaston, yang disegani oleh semua orang.

9. ...Dan Jangan Pernah Membiarkan Rasa Takut Mengendalikan Hidupmu

Kalo dipikir-pikir, kehidupan Belle dipenuhi dengan teror menakutkan ya, Mates. Menyelamatkan papanya yang terkurung di kastil asing, lalu diitahan oleh sesosok monster bertaring di dalam penjara yang dingin sendirian. Dan ketika ia sudah berteman dengan si Buruk Rupa, ia harus menghadapi kemarahan seluruh penduduk desa yang ingin mengusir Beast dari rumahnya. Tapi, nggak sekalipun Belle gentar, tuh. Masa kamu masih aja kalah sama rasa takutmu sendiri?

10. Pendamping Idaman Memang Harapan Semua Gadis. Tapi, Orangtua Selalu Duduk di Atas List

Nggak ada yang bisa menyangkal besarnya rasa cinta Belle kepada Maurice, ayahnya. Seperti halnya dirinya sendiri yang berbeda, sang ayah juga dicap 'sinting' oleh masyarakat sekitar. Tapi, Bele tetep sayang sama papanya, sampai rela menggantikan dirinya ditahan di kastil asing agar ayahnya bisa selamat.

Si gadis perancis bergaun biru ini emang nggak pernah berhenti menginspirasi kita, Mates. Pada akhirnya, Belle emang menginspirasi orang-orang di sekitarnya buat hidup lebih baik. Perlakuan manusiawinya kepada Beast mengajaknya untuk mengingat kembali gimana rasanya menjadi manusia, bagaimana cara mencintai, dan mengajak penduduk desa menghargai apa itu perbedaan.

Diantara artis-artis yang sekarang 'mendadak tenar' karena penampilan mereka, MyStudyWorld rasa Belle bisa jadi contoh yang tepat buat kita-kita, anak muda yang masih suka meniru role model. Cie, yang lagi mencari jati diri. Kamu juga bisa jadi kayak Belle, lho, yang cantik luar dalam, cerdas, dan baik hati. Aw, udah kayak paket lengkap, yak?

Leave a Comment

  0 Comment