5 Tipe Teman yang Akan Kamu Temui Waktu Kerja Kelompok



475098325-1024x683.jpg
Photo by http://blog.thefuturescompany.com/

Waktu kuliah, kamu pasti akan disibukkan dengan berbagai tugas dari dosen dan mata kuliah yang kamu ikuti. Belum lagi, kalau ada tugas group project alias kerja kelompok yang harus diselesaikan dalam waktu terbatas. Yup, kerja kelompok memang sering jadi dilemma tersendiri, ya. Kerja kelompok memang diharapkan bisa mengasah skill sosial, komunikasi, dan teamwork kamu. Tapi, kadang bertemu dengan anggota kelompok yang aneh-aneh bisa bikin pusing! Siapa aja, sih?

Teman Kamu yang Suka Bengong

Saat dimintai ide, ia cuma bisa nyengir dan menggeleng. Bahkan saat pertama kali anggota kelompok kamu bergabung, dia-lah yang pertama kali melontarkan pertanyaan, “Eh, ini tadi tentang apa ya? Sorry aku nggak terlalu ngikutin,”. Selama kerja kelompok, nyaris nggak ada kontribusi apa-apa darinya. Kerjaannya hanya duduk anteng, looking confused with what’s going on. Kalau ditanya pun, jawabannya hanya, “aku ngikut aja deh.”

Teman Kamu yang Suka Menunda-Nunda Pekerjaan

Waktu diskusi sih, dia bisa memberikan ide-ide buat kelompokmu. Tapi, tugasnya susah banget ditagih! Mereka lah yang suka menyerahkan kerjaan bagiannya ketika sudah mepet deadline. Lupa menjadi alasan andalannya, meskipun kamu sudah mengirimkan sms ratusan kali buat mengingatkan dia akan tugasnya.

Teman Kamu yang Suka Sok Jadi Manajer

Bertemu teman satu tim yang seperti ini juga sering membuat kepalamu pening. Maunya semua kerjaan sesuai dengan keinginan dia. Mulai dari penentuan tema yang akan diangkat sampai pemilihan warna buat slides presentasi harus sesuai dengan keinginan dia. Padahal, belum tentu anggota kelompok yang lain setuju dengan keputusannya.

Teman Kamu yang Kerjanya Cuma Mengeluh

Waktu pembagian tugas, ia selalu minta porsi yang paling ringan. Saat diskusi pun, ia suka mengeluh kalau tugasnya terlalu berat dan tidak ia tidak punya waktu cukup buat mengerjakan. Adaa aja alasannya. Mulai dari banyak aktivitas di luar kampus, punya pekerjaan sampingan, atau harus ‘bantu-bantu di rumah’ (padahal, kamu sendiri juga punya banyak aktivitas lain). Nggak jarang, tipe ini kadang juga bertransformasi menjadi si gaib yang suka menghilang selama project berlangsung dan hanya muncul ketika kelompokmu akan presentasi.

Yang Pada Akhirnya Benar-Benar Nyelesaikan Project Sendirian

We are all too familiar with this one, and maybe this is you. Si penyelamat project, yang pada akhirnya menyelesaikan semua tugas kelompok sendirian. Sisa anggota kelompok pun bergantung padanya. Dari research, nyusun makalah, sampai ngegabungin semua tugas anggota lain ke dalam slides pun dengan rela ia pikul agar project tersebut segera selesai, sementara anggota lain sibuk bercanda sendiri. Ouch.

Kerja kelompok kadang emang terasa merepotkan. Tapi di balik itu semua, kamu juga akan mendapat keseruan tersendiri yang nggak akan kamu dapatkan kalau kerja sendirian! Malah nggak jarang, persahabatan yang solid terbentuk gara-gara sering ngerjain project bareng, lho!

 

Leave a Comment

  0 Comment