Tak Cuma Valentine, 3 Negara Ini Juga Punya Hari Kasih Sayang Sendiri



Foto_by_Pinterest.jpg
Photo by Pinterest

Mates, 14 Februari memang identik dengan Hari Kasih Sayang atau Valentine. Namun Hari Kasih Sayang ternyata enggak melulu harus dirayakan setiap tanggal 14, lho! Kita bisa mencerminkan hal ini setiap hari dengan berbagai hal positif dan tentunya membuat orang lain merasa senang.

 

Menariknya,di negara-negara lain, Hari Kasih Sayang mereka tidak dirayakan pada tanggal 14, Mates. Mereka juga memiliki hari khusus untuk merayakan ungkapan kasih sayang, meski pada akhirnya mereka melakukan hal tersebut setiap hari atau pada momen-momen tertentu.

 

Nah, apa saja sih negara-negara tersebut? Simak daftarnya berikut ini:

 

Brazil

Brazil tidak menganggap Hari Valentine itu ada. Sebagai gantinya, mereka merayakannya dengan nama "Dia dos Namorados" atau Hari Kekasih pada 12 Juni.

 

Di hari itu, orang-orang Brazil mengungkapkan isi hati dan cintanya ke orang terkasih dengan bertukar kado dan juga makan malam.

 

Perayaan ternyata tak berhenti di situ. Pada keesokan harinya, orang-orang Brazil melanjutkan tradisi di hari Saint Antonius atau Santo Pelindung Pernikahan.Di hari tersebut, wanita lajang akan melakukan ritual bernama "Simpatias", dengan harapan Santo Anthony akan 'mengirimkan' jodoh suami yang baik.

 

Wales

Wales yang berada di Britania Raya ini juga tidak menganggap Valentine itu ada. Mereka justru merayakan  Hari Kasih Sayangnya dengan sebutan "Saint Dwynwen", yakni Santo Pelindung Tercinta, setiap 25 Januari.

 

Uniknya, orang-orang Welsh justru memberikan sendok sebagai ungkapan cinta ke orang terkasih. Sendok memang sudah menjadi tradisi turun temurun sejak awal abad 17, di mana kebanyakan kaum pria Welsh mengukir sendok kayu sebagai tanda keseriusan cinta mereka.

 

Setiap sendok yang diukir memiliki makna yang berbeda. Contohnya, simbol sepatu kuda yang ada di sendok menandakan keberuntungan, dukungan, serta simbol kunci untuk hati para pria Welsh.

 

Tiongkok

Kebanyakan orang Tiongkok memang merayakan Valentine. Tetapi, mereka juga merayakan Qixi atau Festival Malam Ketujuh, yang jatuh pada hari ketujuh bulan lunar ketujuh setiap tahun.

 

Berdasarkan mitologi Tiongkok, Zhinu, Putri Raja Kayangan jatuh cinta kepada Niulang, seorang gembala miskin. Mereka menikah dan memiliki anak kembar. Ketika ayah Zhinu tahun akan pernikahan mereka, ia mengirimkan ratu untuk membawa Zhinu kembali ke bintang-bintang.

 

Setalah mendengar teriakan Niulang dan anak-anaknya, sang Raja akhirnya mengizinkan Zhinu dan Niulang bertemu setahun sekali di Qixi.

 

Selama Qixi, wanita muda Tiongkok juga akan menyiapkan persembahan berupa melon dan beberapa buah lainnya kepada Zhinu dengan harapan bisa menemukan suami yang baik seperti dirinya. So sweet banget kan, Mates?

 

By: Jeko

Leave a Comment

  0 Comment

Comment