Pilih Pilih Sekolah Internasional, Sudah Tahu Beda Kurikulumnya? – Part 1



newlogo.gif
Photo by http://www.seminolehs.scps.k12.fl.us/

Pilih kurikulum International Baccalaureate atau Cambridge? Bingung ya, Mates? Tenang, kamu nggak sendirian!  Yup, beberapa tahun belakangan ini, sekolah dengan kurikulum internasional yang bermunculan di Indonesia emang udah mulai dilirik oleh orangtua dan siswa sebagai alternatif pendidikan dari sekolah Nasional. Tapi, kehadiran kurikulum-kurikulum baru ini nggak jarang bikin orangtua dan kalangan akademis kita sedikit kebingungan.

Mates, kamu udah tahu belum, beda kurikulum International Baccalaureate (IB) dan Cambridge International Examinations (CEI) yang lagi naik daun ini? Biar bisa bandingin keduanya, kali ini, My Study World bakal ngajak kamu mengenal lebih jauh kurikulum International Baccalaureate. Yuk!

International Baccalaureate (IB)

Prinsip kurikulum IB via http://pwekinders.weebly.com/

Saat ini, sudah ada hampir 50 sekolah di Indonesia yang menerapkan kurikulum IB sebagai dasar pendidika mereka. Kurikulum ini sebenarnya dibentuk tahun 1968 di Eropa, tepatnya lagi di Jenewa, Swiss, yang bertujuan untuk menjamin kualitas dan standar pendidikan anak-anak Eropa ketika harus  berpindah-pindah negara mengikuti dinas orangtuanya. Kini, sekolah yang menerapkan kurikulum IB harus mendapatkan sertifikat terlebih dahulu dari International Baccalaureate Organization (IBO), dimana proses perolehan sertifikat tersebut dapat mencapai dua tahun, mencakup proses interview dan site visit dari organisasi pengelola langsung. Tidak seperti kurikulum Cambridge yang bisa diambil secara satuan per mata pelajaran, ketika satu sekolah memutuskan unutk mengadaptasi kurikulum IB, ia harus menerapkan semua kurikulum IB di seluruh mata pelajaran.

Kurikulum IB yang berpusat pada concept based learning ini menekankan proses pembelajaran dengan keterampilan analitis dan pengembangan karakter peserta didik. Banyaknya kegiatan-kegiatan belajar yang bersifat penelitian dan eksperimen mendorong kamu untuk jadi siswa yang aktif, terlatih berpikir kreatif, dan open minded. Kurikulum ini juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual, pribadi, emosi, dan sosial kamu. Selain itu, mata pelajaran di kurikulum IB ini juga lebih student-centered dan tidak terlalu banyak, dimana kamu bisa mengambil mata pelajaran transdisipliner, sehingga kamu bisa lebih fleksibel dalam menggali potensi dirimu yang sebenarnya.

Bisa pilih-pilih mata pelajaran sendiri sesuai minat kayak anak Hogwarts via https://harrypotterlittlelifelessons.files.wordpress.com/

Penilaian kurikulum IB pun juga nggak menitikberatkan pada knowledge dan hapalan seperti kurikulum Nasional kita, melainkan pada tugas dan project. Dengan mengikuti kurikulum IB, dijamin kamu bakal jago banget nulsi essay, which is nulis essay yang sistematis dan enak dibaca masih jadi salah satu kelemahan siswa Indonesia. Karena Bahasa Inggris jadi bahasa pengantar utamanya, bisa dipastikan skill Bahasa Inggrismu udah hampir terpoles sempurna. Makin siap buat terjun ke dunia Internasional, deh! Yang bikin kurikulum ini makin menarik, nggak ada textbook yang ditentukan buat bahan ajar, jadi guru dan siswa bebas mencari bahan ajar di internet yang paling pas buat kelas mereka. Selan itu, karena kamu bakal dihadepin dan ditantang sama project terus-terusan, pemikiran kamu pun bakal jauh lebih kritis dari anak-anak seumuranmu yang lan.

Sayangnya, kebiasaan open mindedness yang menjadi budaya sehari-hari pendidikan IB ini rawan bertentangan dengan budaya ketimuran kita nih, Mates. Desain kurikulum IB yang sangat menitikberatkan pada eksperimen ini emang  beda banget dengan Cambridge dan kurikulum nasional, yang lebih bermain di hafalan dan teori. Itu artinya, kamu bakal menjalani proses transisi yang lebih sulit ketika harus pindah ke sekolah dengan kurikulum berbeda. Ya, sekali mengikuti kurikulum IB, memang sebaiknya terus lanjut hingga jenjang terakhir sih, Mates.

Open minded. Berpikir bebas, terbuka! via https://secure.static.tumblr.com/

Ngomong-ngomong soal jenjang, kurikulum IB ini punya 3 tahap sekolah, yaitu tahap Primary Years Programme (PYP) buat anak umur 3-10 tahun, Middle Years Programme (MYP) buat anak umur 11-16 tahun, dan Diploma Programme buat siswa umur 16-18 tahun. Artinya, kamu harus nunggu setahun lebih lama buat masuk Universitas dibanding siswa dari kurikulum lain.

Fiuh, banyak juga ya pembahasan kita kali ini, Mates. Nggak pusing kan, bacanya? Next post, kita bakal bahas program-program IB di setiap jenjangnya lebih lanjut, ya. Moga-moga informasi ini bisa mencerahkan kebingungan kamu ya, Mates. See you in the next post!

Leave a Comment

  0 Comment