Pilih-Pilih Kurikulum Internasional, IB atau Cambridge?



warstudy.jpg
Photo by flickr.com

Kemarin, kita udah bahas kurikulum IB dan Cambridge satu per satu nih, Mates. Lalu, kurikulum apa dong yang terbaik?

Well, Mates, sebenarnya nggak ada yang namanya the best curriculum. Yang ada adalah kurikulum yang terbaik sesuai dengan kebutuhan siswanya, dan dalam hal ini, sesuai dengan kebutuhanmu, Mates. Kalaupun misalnya kamu udah terlanjur nyemplung di sekolah dengan kurikulum tertentu, nggak ada salahnya kok mengenali perbedaan kedua kurikulum ini. Siapa tahu, informasi ini berguna buat Mama, adik kamu yang barusan mau sekolah, atau buat anak-anakmu besok. Hehe.

Nah, emang dimana sih letak perbedaan kurikulum IB dan Cambridge? Check this out, Mates!

Jenjang Pendidikan dan Materi

Kedua kurikulum internasional ini sama-sama memiliki jenjang pendidikan yang sedikit berbeda dengan kurikulum nasional yang berpatok pada pendidikan 12 tahun. Biar kamu bisa bandingin, berikut ini My Study World berikan tabelnya, ya.

Mata Pelajaran

Kurikulum Cambridge dan IB sama-sama memberikan fleksibilitas kepada peserta didiknya buat memilih mata pelajaran sesuai dengan minat, bakat, atau ketertarikannya sendiri. Di kurikulum Cambridge, pilihan ini akan diberikan di jenjang Middle Secondary Level atau yang dikenal dengan level O, sementara di kurikulum IB, kamu bisa mulai mengambil subyek pilihanmu di jenjang diploma. DI kurikulum Cambridge, kamu juga akan mendapatkan sertifikat per subyek yang kamu ambil.

Aktivitas Kelas

Seperti yang udah kamu baca dari tabel, kelihatan banget kalau kurikulum Cambridge lebih berorientasi pada ujian dan hasil akademis daripada kurikulum IB. Karena itu, porsi textbook Cambridge juga bakal lebih banyak dari IB (yang bahkan nggak mewajibkan adanya textbook di kelas). Jadi nggak heran, kalau kurikulum IB lebih banyak dipenuhi dengan observasi dan praktek lapangan, sementara di kurikulum Cambridge, kamu akan lebih banyak diajak untuk mendalami suatu materi secara holistic.

Lantas, kurikulum apa yang cocok buat kamu?

Nah, itu kembali sama kebutuhan kamu, Mates, karena kebutuhan tiap learner itu berbeda-beda. Kalau kamu termasuk anak yang suka banget ngulik-ngulik sains dan matematika, maka kurikulum Cambridge bakal cocok banget buat kamu karena kurikulum ini lebih banyak bermain di area itu. Tapi, kalau kamu gemar bereksperimen, suka mengeksplorasi hal-hal baru, dan nggak takut buat bicara, kamu bakal pas banget kalo ngambil kurikulum IB.

Selain itu, perhatikan juga tujuan kamu setelah menempuh pendidikan ini. Apakah kamu mau melanjutkan ke universitas dalam negeri atau luar negeri? Karena struktur jenjang pendidikannya yang berbeda dengan kurikulum nasional, kamu harus menunggu satu tahun lebih lama daripada anak-anak lain kalau pingin masuk universitas dalam negeri. Di kedua kurikulum ini, SMAnya memang hanya ditempuh selama dua tahun saja, tapi kamu harus mengambil A level selama 2 tahun lagi di CIE atau diploma programme/ foundation studies di kurikulum IB. Selain itu, kamu juga harus mengambil Ujian nasional dan ujian masuk universitas, karena ada beberapa universitas yang meminta nilai UN sebagai syarat pendaftaran.

Selain itu, pemilihan kurikulum CIE atau IB ini juga bisa diambil berdasarkan tujuan kuliahmu kedepan (kalau kamu emang berencana lanjut ke luar negeri). Kurikulum IB banyak dipakai di negara-negara Eropa, jadi, setidaknya dasar pendidikanmu udah sesuai dengan standar mereka. Sementara, kurikulum Cambridge lebih banyak dipakai di Amerika Serikat, Kanada, India, New Zealand, Australia, dan negara-negara di Asia.

Ketiga, perhatikan kemampuan finansial kamu (atau keluargamu) ya, Mates. Soalnya, dengan ketiadaan textbook di kurikulum IB dan banyaknya aktivitas eksplorasi otomatis menuntut training guru-guru yang terus menerus dan penyediaan alat-alat peraga yang memadai buat aktivitas kelas. Jadi nggak heran, kalau kurikulum IB jauh lebih mahal dari kurikulum Cambridge.

Pusing ya, Mates?  Yah, memilih pendidikan emang nggak bisa sembarangan, sih. Begitu juga dengan memilih kurikulum yang menyertai pendidikan itu sendiri. Harus cermat! Setuju, nggak?

Leave a Comment

  0 Comment