PERTAMA KALI DIADAKAN DI GEDUNG KEMENRISTEKDIKTI, WORLD EDUCATION EXPO 2019 JAKARTA BERLANGSUNG DENGAN MERIAH



OPENING_CEREMONY_WEEI_2019.jpg
Photo by sumberdaya.kemenristekdikti

JAKARTA – World Education Expo 2019 sukses di gelar di kota Jakarta pada tanggal 9 Maret 2019. Pameran pendidikan internasional ini bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk menghadirkan universitas-universitas ternama dari berbagai negara di seluruh dunia.

 

Bertempat di Gedung D Kemenritekdikti, Senayan, pameran pendidikan ini sukses menarik hampir 2000 pengunjung mulai dari pukul 10:00 sampai pukul 17:00 waktu setempat. Opening Ceremony dimulai tepat pada pukul 10:00 dengan sesi iring-iringan bendera dari negara yang ikut berpartisipasi dalam World Education Expo 2019 oleh siswa-siswi SMA Notre Dame Jakarta Barat. Lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan juga dimeriahkan dengan persembahan tari Tor-Tor dari SMAK Penabur Tangerang.

 

Iring-iringan bendera oleh SMA Notre Dame, Kembangan, Jakarta Barat

 

Photo Credit: Instagram @ditjensdid

 

Persembahan Tari Tor-tor oleh SMAK Penabur Tangerang

 

Photo Credit: Instagram @ditjensdid

 

Sebagai penanda dibukanya pameran pendidikan internasional ini secara resmi, Prof. John Hendri selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti memberikan kata sambutan dan mengaku bangga atas terlaksananya World Education Expo pertama kalinya di gedung Kemenristekdikti.

 

Photo Credit: sumberdaya.kemenristekdikti.go.id

 

Pada pameran pendidikan ini juga Kemenristekdikti meluncurkan program beasiswa kepada para mahasiswa Pascasarjana terutama untuk para dosen yang ingin melanjutkan studi ke jenjang doktoral. Lebih lanjut, Prof. John Hendri menjelaskan mengenai komitmen Kemenristekdikti untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan berdaya saing tinggi. Melalui berbagai skema beasiswa, tahun ini setidaknya Kemenristekdikti mengalokasikan kuota lebih dari 1.000 beasiswa bagi para dosen melalui skema Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN) dan 100 kuota Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN). Sedangkan bagi calon dosen dan para fresh graduate, tersedia 150 kuota beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).

 

Prof. John Hendri juga mengucapkan apresiasinya kepada salah satu ilmuwan diaspora Indonesia, Bagus Muljadi yang kini berkarir di University of Nottingham, Inggris. Menurutnya, para ilmuwan diaspora memiliki peran penting untuk membangun Indonesia di mana pun mereka berada.

 

Tak hanya itu, Kemenristekdikti pun telah menjalin kerja sama bersama University of Nottingham dalam program Indonesian Doctoral Training Partnership (IDTP) dengan Bagus Muljadi sebagai direktur. Prinsip utama IDTP ialah menumbuhkan generasi baru pemimpin akademis dan cendekiawan dalam mengatasi tantangan dunia. Individu-individu ini akan dilengkapi dengan keterampilan dan pengalaman untuk memimpin penelitian dan pengajaran dalam bidang keahlian mereka.

 

Hal ini pun sangat mendukung keinginan Kemenristekdikti untuk mengembangkan basis penelitian dan menaikan reputasi universitas di Indonesia pada kancah global.

 

IDTP akan menyambut baik setiap pendaftaran dari Indonesia dengan berbagai latar belakang. Kerjasama ini dirancang sedemikian rupa untuk memberikan para siswa sebuah kompetensi teknis dan teoritis serta membekali mereka untuk mencapai karir terbaik di dunia akademis.

 

Tidak hanya mendatangkan perwakilan dari universitas dalam dan luar negeri, World Education Expo 2019 juga memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk berkonsultasi secara langsung dengan para perwakilan tersebut dan membebaskan kedua pihak untuk berkomunikasi tanpa adanya batas waktu tertentu.

 

Bukan hanya konsultasi dan pameran biasa, World Education Expo bekerja sama dengan IALF Indonesia juga memberikan simulasi Test IELTS gratis kepada para pengunjung yang sudah mendaftarkan diri terlebih dahulu lewat website www.mystudyworld.com. Test IELTS sendiri merupakan salah satu persiapan yang wajib bagi pelajar atau calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Pengunjung lain juga berkesempatan untuk mendengarkan berbagai informasi di sharing session dan mengikuti seminar-seminar yang sudah disetujui sebelumnya oleh pihak Kemenristekdikti, seperti seminar info beasiswa pendidikan Irlandia, Uni Italia, dan seminar Living and Study in USA.

 

Sementara Sharing Session diisi oleh salah satu anggota Tim SISTer (Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi), Suhadi Lili dengan tema: SISTer: Jaringan Sosial Keilmuan Ala Media Sosial. Lalu materi Seluk Beluk Meraih Beasiswa Kemenristekdikti bersama alumni BPPDN, Supandi, seorang dosen dari Uhamka. Berikutnya, yakni materi Percaya Diri dengan Beasiswa Kemenristekdikti bersama alumni BPPLN yang juga merupakan dosen IPB, Charles Simanjuntak.

 

Tak ketinggalan pula, Doktor termuda Indonesia sekaligus alumni PMDSU, Grandprix Thomryes Marth Kadja yang memberikan motivasi pada fresh graduate akan nikmatnya berkarya dan berprestasi di usia muda. Sharing Session terakhir diisi oleh Bagus Muljadi dengan tema: Karya dan Kerja Nyata Diaspora Indonesia.

 

World Education Expo 2019 sendiri masih berlanjut di kota Manado, 11 Maret 2019 dan Makassar, 13 Maret 2019 setelah sebelumnya diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 8 Maret 2019.

 

Leave a Comment

  0 Comment

Comment