SIAPKAH MILLENNIALS INDONESIA MEMASUKI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0?



industrial-4-2470457_1920.jpg
Photo by pixabay.com

Millennials merupakan sebutan untuk generasi yang lahir dari tahun 1981 sampai tahun 1996. Generasi ini merupakan generasi yang saat ini tengah aktif di dalam bidang pendidikan, pekerjaan maupun pemerintahan. Oleh karena itu millennials dianggap sebagai tonggak penting dalam menentukan masa depan bangsa.

 

 

Revolusi industri 4.0 mengacu kepada perubahan mendasar pada kegiatan pengolahan barang/jasa karena adanya digitalisasi dan otomasi di bidang industri itu sendiri. Adanya perubahan ini mendorong industri dan perusahaan layanan jasa untuk berinovasi dan mengadopsi sistem digital ke dalam sistem perusahaan supaya dapat memuaskan kebutuhan pelanggan yang ingin serba cepat.

 

Baru-baru ini marak berita yang membahas tentang industri yang dimatikan oleh milenial karena perilaku atau kebutuhan yang berbeda dari generasi sekarang. Orang-orang beranggapan kalau radio, televisi, penggunaan uang cash, dan masih banyak lagi industri lainnya harus tersingkir karena digantikan oleh teknologi terkini. Yang tentu saja dibantah oleh para milenial. Milenial beranggapan industri-industri yang disebutkan itu mengalami kemunduran dan menghilang karena tidak sanggup berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman.

 

Bergesernya kemajuan teknologi menuju 3D printing, advance robotic, virtual reality, Cloud Computing, bahkan sampai Artificial Intelligence seharusnya menjadi tantangan tersendiri bagi para milenial yang memiliki tanggung jawab untuk membawa negara lebih maju. Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa perusahaan besar, bergerak dalam bidang online transport, e-money, e-commerce dan industri-industri yang menerapkan ide-ide kreatif anak muda.

 

Image credit: PhonlamaiPhoto 

 

Salah satu yang menjadi hambatan Indonesia untuk dapat mengejar negara-negara maju memasuki era industri 4.0 adalah karena masih kurangnya SDM yang melek teknologi. Para milenial harus lebih didorong dan digerakkan lagi untuk dapat mempersiapkan diri memasuki era revolusi digital ini dengan belajar mengenai teknologi terkini dan diberi pengetahuan tentang programming, cara penggunaan teknologi terbarukan dan juga dibekali dengan pendidikan yang setara dengan warga di negara maju.

 

Meski sebenarnya masih banyak yang harus dibenahi dalam masyarakat, misalnya mutu pendidikan dan kesehatan yang sangat perlu untuk ditingkatkan. Masih banyak masyarakat yang menganggap pendidikan itu nomor kesekian dalam kebutuhan sehari-hari. Pelayanan kesehatan juga belum menjamah seluruh wilayah pelosok negeri. Sementara untuk dapat mengikuti revolusi industri, bukan hanya kota-kota besar saja yang harus berpartisipasi. Tetapi seluruh wilayah Indonesia harus turut andil dalam kemajuan teknologi. Untuk itu diperlukan pemerataan yang harus lebih digiatkan lagi, untuk mencegah ketimpangan sosial di mana wilayah perkotaan semakin maju sementara pelosok negeri semakin terbelakang.

 

Ketika banyak orang yang khawatir dengan revolusi digital yang melumpuhkan berbagai industri yang buta/gagap teknologi, seharusnya milenial mulai berinovasi dan memikirkan bagaimana cara mempertahankan industri yang ada dengan mengadopsi kemajuan teknologi masuk ke dalam industri tersebut.

 

Image Credit : www.itpro.co.uk

 

Daripada hidup dalam kekhawatiran, seharusnya bangsa kita bisa memandang ke depan dengan optimis karena revolusi digital ini akan membuka banyak lapangan kerja dan menyerap banyak tenaga kerja baru. Misalnya saja, industri akan membutuhkan orang-orang yang paham bagaimana cara mengoperasikan sistem yang sudah diotomasi menggunakan program dan komputer. Atau orang yang paham bagaimana cara mengolah segunung data yang tersimpan di dalam database agar bermanfaat bagi perusahaan.

 

Sekarang bergantung kepada kita, apakah kita mau membekali diri dengan skill yang akan dibutuhkan di era revolusi digital ini atau menolak melakukan upgrade pada diri sendiri dan pasrah tergilas perubahan.

 

Leave a Comment

  0 Comment

Comment